Sayapnyacukup panjang dengan warna abu-abu; Bulu punggung dan leher berwarna biru violet; Sobat Wikicau dapat mengenali burung ini dengan mudah karena warna bulunya yang khas. Bulu ekor berwarna hitam, kepala putih dan sedikit warna cokelat di area pipi. Seluruh area matanya berwarna hitam. 14. Greater Blue Eared Starling sumber MengetahuiCiri Khas Burung Perling Ekor Panjang Dan Habitatnya Burung Habitat Hewan Paling Bagus 12 Gambar Elang Hitam Putih 3d Eagle Bird Fly Free Vector Graphic On Pixabay Elang Warna Warni Sketsa Gambar Gra Tato Burung Burung Elang Hitam Burung Falk Si Parkit Australia Ekor9 Com Kandang Burung Burung Desain Panjangekornya bisa mencapai 20 sampai dengan 25 cm, pada umumnya terdiri atas enam pasang bulu ekor, yang mana seluruhnya berwarna hitam polos. 2. Murai Batu Sinabang/Simelu Jenis burung Murai Batu ekor hitam ini ada di Pulau Simeulu, tepatnya di daerah Sinabang, provinsi Aceh. Burungwalet merupakan burung yang memiliki sayap yang runcing, ekor yang panjang, serta tubuhnya berwarna hitam. Itu merupakan ciri-ciri umum dari seekor walet. Tentu di alam ini ada banyak jenis-jenis burung walet dimana masing-masing mempunyai karakteristiknya masing-masing. Mari, simak penjelasannya berikut ini : 1. Burung Walet Putih BurungNuri Sayap Hitam. Jenis burung nuri cantik bersuara merdu selanjutnya yaitu burung nuri sayap hitam. Burung nuri yang mempunyai panjang tubuh sekitar 30 cm ini mempunyai warna merah yang mendominasi tubuhnya, warna hitam di bagian sayap dan punggung, paruh bengkok berwarna merah kekuningan, serta bercak ungu dibagian telinganya. Burungastrapia ekor pita Astrapia ekor pita (Astrapia mayeri) adalah burung dengan ekor berukuran hampir 1 meter, tiga kali lebih panjang dari tubuhnya. Burung yang hidup di hutan Papua Nagini ini memiliki bulu ekor panjang dan berwarna putih cerah yang sangat kontras dengan tubuhnya yang hitam dan kepalanya yang berwarna hijau. Burungini memiliki paruh hitam melengkung seperti sabit dan berekor panjang. Burung jantan dewasa merupakan salah satu burung terbesar di antara burung cendrawasih. Jantan berukuran sekitar 110cm yang termasuk bulu ekor hiasan berwarna biru ungu dengan ujung runcing dan sangat panjang. Burung ini tidak lebih dari 25 cm, berbulu putih Kepodangmemiliki topeng atau garis berwarna hitam yang menutupi mata sampai tengkuknya, iris mata berwarna merah. Paruh berwarna merah muda dengan panjang sekitar 3cm berbentuk panjang meruncing dan aga melengkung ke bawah. Kepodang dikatakan burung sedang karena memiliki panjang tubuh sekitar 23 sampai 28 cm dari ujung ekor sampai ujung paruhnya. Muraibatu nias memiliki ciri khas warna ekor hitam polos (black tail) dengan panjang 17 - 25 cm dan habitat penyebaran Pulau Nias. Sama seperti murai batu yang lain, murai batu nias mampu menirukan kicauan burung lainnya. Ciri khas suara kicauan murai batu nias bervolume keras dan melengking, juga suka mengeluarkan suara tembakan-tembakan yang tak terduga. MuraiBatu ada 12 ekor dengan 4 ekor primer berwarna hitam dan 8 ekor sekunder dengan warna hitam atau putih Bagian pantat dibawah ekor burung Murai baik jantan maupun betina berwarna putih (Handi, 2013). Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan). 3. Murai Filipin, bpQTY. Jual Beli - Ecer & GROSIR - Melayani Pengiriman Burung Ke Luar Kota / Luar Daerah / Luar Pulau. Burung Jalak Suren, Jalak Putih, Jalak Bali, Jalak Hongkong, Jalak Hybrid Silangan, Murai Batu, Poksay Hongkong, Wambi, Cungkok, Cucak Rowo, Merak Hijau, Merak Biru, Beo, Nuri Kepala Hitam dll. Sebagian besar burung finch ekornya pendek, namun lain halnya dengan pin-tailed whydah Vidua macroura. Ciri burung finch ekor panang yaitu panjang ekornya sekitar 12 – 13 cm bahkan setengah kali dari panjang tubuhnya. Penampilannya memang sangat cantik, dan mempunyai kemampuan berkicau dan bisa bersiul dengan begitu bagus. Burung pipit yang memiliki ekor panjang ini ternyata sering mengalami kesulitan ketika terbang. Sebab bagian ekor mudah tersangkut. Pipit atau finch ekor panjang serta tercantik ini termasuk jenis burung dari family ploceidae atau burung manyar dari genus euplectes. Burung ini memang langka, dan banyak sekali orang yang mengagumi dan ingin memeliharanya. Serta tidak tanggung-tanggung burung endemik ini akan di buru serta dijual dengan tawaran harga tinggi. Berbeda sekali dengan burung pipit angrybird yang di anggap sebagai hama oleh para petani, burung ini juga kerap di binasakan. Ciri burung finch ekor panjang yang satu ini memang unik. Mengenai ekornya yang panjang ini ternyata masih akan bertambah panjang lagi ketika musim kawin datang. Jika biasanya panjangnya hanya 12 sampai dengan 13 cm, menjelang musim kawin dapat bertambah hingga mencapai 20 cm. Akan tetapi hanya burung jantan yang punya ekor panjang. Maka dari itu, mudah sekali untuk membedakan antara ciri burung finch ekor panjang yang jantan dan betina. Keunikan lain yang ada pada burung ini yaitu karakternya yang mirip dengan burung kedasih dan cuckoo. Diantaranya kerap meletakkan telurnya pada sarang burung finch yang lainnya. Lain halnya dari burung kedasih dan cuckoo yang biasa membuang telur milik burung yang sedang diganggunya. Selanjutnya menaruh telurnya supaya dierami burung tersebut. Untuk pin-tailed whydah sama Ciri Burung Finch Ekor Panjang sekali tidak mengganggu telur yang saat itu dierami burung lain. Burung ini hanya menitipkan telur-telurnya yang berjumlah 2-4 butir supaya dierami burung lain. Perbedaan Jantan dan Betina Untuk burung finch ekor panjang ini hanya burung jantan yang punya ekor panjang. Warna ekornya hitam. Apabila diamati, hanya ada tiga helai bulu yang sangat panjang. Pada bulunya sebagian besar berwarna warna hitam dan putih, yang tampak seperti kacer. Bagian punggung warnanya hitam, lalu bagian dada sampai perut warnanya putih. Sayapnya memiliki warna gelap, dengan beberapa garis yang putih. Ciri lain dari burung jantan yaitu mahkota maupun bagian atas kepalanya yang berwarna hitam. Sedangakan burung betina warna bulunya cokelat kusam, dan di bagian dada sampai perut berwarna abu-abu. Ekornya pendek, seperti burung finch yang lainnya. Paruhnya merah menyala, seperti burung yang jantan. Habitat Habitat Burung Finch Habitat burung finch ekor panjang ini pada umumnya berada di padang gurun di Afrika. Di alam liar, mereka mempunyai wilayah teritorial masing-masing yang terus dijaganya dari burung yang sejenis, khususnya pada waktu musim kawin. Tidaklah heran apabila burung jantan akan berubah menjadi fighter pada saat melihat pejantan lainnya jika memasuki area teritorialnya. Untuk saat burung pin-tailed whydah juga semakin digemari para kicaumania yang berasal dari berbagai negara. Entah itu di Eropa, China, sampai dengan di Asia Tenggara termasuk juga di negara Indonesia ini. Hal ini disebabkan karena suara kicauannya yang merdu, bervariasi, serta dikenal pandai bersiul. Tidak sedikit juga orang yang menangkarkannya. Di mancanegara, burung finch ekor panang ini ternyata bisa juga menyusun sarang sendiri di kandang penangkaran. Selanjutnya akan mengerami telur-telurnya hingga telurnya menetas. Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh American Museum of Natural History, diperkirakan ada sekitar spesies burung di dunia ini. Setiap burung punya keunikannya masing-masing. Ada yang punya bulu berwarna-warni, rentang sayap yang lebar, hingga suara cericit yang tahukah kamu burung apa saja yang punya bentuk ekor paling memesona? Coba intip di bawah ini!1. Long-tailed Dari namanya saja kamu pasti tahu kalau burung ini berekor panjang. Burung bernama ilmiah Euplectes progne ini punya bulu ekor sepanjang 20 inci 50,8 cm alias hampir tiga kali lipat dari panjang tubuh mereka!Tetapi, hanya burung jantan yang punya ekor panjang, sementara burung betina berekor pendek. Fungsi ekornya yang panjang ialah untuk mencari pasangan, dilansir laman The Mysterious Burung dari keluarga Momotidae ini punya ekor panjang dengan ujung yang unik. Bulunya juga sangat memesona, yakni perpaduan dari warna biru kehijauan, kuning dan oranye. Burung ini menghuni wilayah neotropis di Amerika Selatan dan motmot sering menggerakkan ekornya maju mundur untuk mendeteksi predator. Ini juga menjadi cara berkomunikasi kalau mereka sudah mengetahui keberadaan predator dan bersiap untuk melarikan diri. Canggih, ya?3. Superb Superb lyrebird tak kalah unik dari burung lain. Hewan bernama ilmiah Menura novaehollandiae ini punya ekor yang sangat panjang. Bahkan, butuh waktu 7 tahun agar ekornya mencapai panjang maksimum 28 inci atau 71 cm. Cool, right?Burung ini punya 16 bulu ekor dan bulunya menyerupai kecapi, sejenis alat musik petik. Untuk menarik perhatian betina, burung jantan akan membalik bulu-bulu indahnya. Sebuah teknik rayuan yang unik, ya?4. Scissor-tailed Burung ini dinamai demikian karena punya ekor yang panjang, bercabang, dan sepintas mirip gunting. Seperti biasa, burung jantan memiliki ekor yang luar biasa panjang, sementara burung betina berekor pendek dengan bulu berwarna panjang ekor burung bernama ilmiah Tyrannus forficatus ini? Panjangnya bisa mencapai 40 cm, lebih panjang dari tubuhnya yang hanya 15 cm! Kamu bisa menjumpainya di sabana dan semak belukar di Amerika Utara dan Kita pasti sudah tahu betapa cantiknya ekor burung merak. Ada tiga tipe burung merak, yakni merak hijau, merak India, dan merak Kongo. Ekornya yang fantastis hanya dimiliki oleh pejantan. Mereka merentangkan ekornya yang panjang, megah, dan berwarna-warni untuk menarik perhatian laman The Mysterious World, panjang ekornya mencapai 60 persen dari keseluruhan tubuhnya. Jika kamu perhatikan dengan saksama, ekornya memiliki bintik-bintik seperti mata yang sangat indah. Baca Juga 10 Spesies Burung yang Berwarna Pink, Bukan Hanya Flamingo! 6. Astrapia ekor Bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, astrapia ekor pita jantan punya bulu ekor terpanjang dari seluruh keluarga burung. Burung bernama ilmiah Astrapia mayeri ini hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Papua astrapia jantan sekitar 30 cm, sementara ekornya bisa tumbuh hingga 90 cm. Ekornya berwarna putih bersih dan mirip pita, kontras dengan bulunya yang berwarna hijau Golden Golden pheasant alias Chrysolophus pictus adalah burung yang sangat cantik dengan warna cerah. Seperti yang bisa ditebak, burung jantan lebih colorful dari betina. Jambulnya emas dengan tubuh merah menyala, punggung hijau, dan ekor coklat yang panjang dan dari laman The Mysterious World, dua pertiga panjang tubuhnya berasal dari ekornya. Panjang burung jantan sekitar 90-105 cm, sementara burung betina sekitar 60-80 cm. Mereka tinggal di hutan di daerah pegunungan di Tiongkok Wilson's Burung bernama ilmiah Cicinnurus respublica ini punya julukan lain, yaitu Cendrawasih botak. Ini adalah burung endemik Raja Ampat dan hanya bisa dijumpai di Pulau Batanta dan Waigeo. Daya tariknya adalah dari ekornya yang menarik perhatian betina, burung jantan akan mempersembahkan pertunjukan. Burung jantan akan memperlihatkan bulu cerah, kepala, ekor, serta memamerkan mulut hijaunya yang indah. Jika sang betina tertarik, mereka akan jadi Cendrawasih kuning Burung Cendrawasih kuning besar Paradisaea apoda adalah anggota terbesar dari genus Paradisaea. Burung jantan panjangnya 43 cm tidak termasuk ekor, sementara burung betina sekitar 48 cm. Karena dimorfik seksual, bulu burung jantan lebih punya tarian musim kawin yang unik. Burung jantan akan mengepakkan sayapnya dengan cepat, menegakkan bulu ekor yang besar, serta melebarkan sayap. Sembari menampilkan pertunjukan, burung jantan juga akan mengeluarkan suara panggilan mating call.10. Cendrawasih dua belas Dan yang terakhir ada Cendrawasih dua belas kawat Seleucidis melanoleucus. Burung ini punya 12 filamen mirip kawat di bagian belakang tubuhnya. Kamu bisa menjumpainya di hutan rawa di Papua Nugini dan Pulau Salawati, menarik perhatian betina, burung jantan akan mempersembahkan tarian spesial. Mereka menggunakan 12 bulu ekor yang menyerupai kabel dan memamerkannya di hadapan itulah 10 burung dengan bentuk ekor paling unik dan memesona. Kini, kita tahu kalau ekor itu sering digunakan untuk ritual kawin! Baca Juga 7 Fakta Inca Tern, Burung Berkumis yang Menggemaskan Murai batu yang dikenal selama ini adalah burung murai batu biasa seperti murai batu sumatera dan kalimantan. Tetapi selain itu ternyata burung murai batu ekor hitam atau popular dengan sebutan blacktail ternyata memiliki keragaman jenis. Review Murai Batu Ekor Hitam Murai Batu Ekor Hitam adalah burung kicau yang populer di Indonesia. Burung ini memiliki ukuran sedang dengan panjang sekitar 20 cm dan berat sekitar 60-80 gram. Burung jantan memiliki warna hitam kebiruan pada pola ekornya yang menjadi ciri khasnya, sedangkan burung betina memiliki ekor berwarna coklat. Murai Batu Ekor Hitam dikenal memiliki suara kicauan yang merdu dan variatif, sehingga sering dijadikan burung peliharaan dan perlombaan kicauan burung. Burung ini juga dikenal memiliki karakter yang cerdas dan lincah. Murai Batu Ekor Hitam memiliki habitat alami di hutan dan hutan sekunder, tetapi sering ditemukan di daerah perkotaan sebagai burung peliharaan. Burung ini memakan berbagai jenis makanan, termasuk serangga, buah-buahan, dan biji-bijian. Namun, sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang, penangkapan dan perdagangan Murai Batu Ekor Hitam secara ilegal dapat menyebabkan penurunan populasi burung ini di alam. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan perlindungan dan konservasi spesies ini. Lihat Juga Cara Mengatasi Murai Batu Tidak Mau Bunyi Saat Lomba Jenis Murai Batu Ekor Hitam Jenis Murai Batu Ekor Hitam Ada beberapa macam jenis burung murai batu ekor hitam ini, yang di antaranya banyak menyebar di sekitaran Sumatera. Berikut beberapa spesies burung murai batu ekor hitam dengan penyebarannya 1. Murai Batu Nias Habitat murai batu nias berada di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. ekorya terbilang cukup panjang yaitu antara 20 – 26 cm. Yang membedakan dengan murai batu ekor hitam lainnya adalah bulu ekor yang secara keseluruhan berwarna hitam tanpa ada warna atau bercak putih balak. Murai batu Nias atau dikenal juga dengan nama burung Nias Lophura ignita adalah jenis burung murai yang berasal dari kepulauan Nias di Sumatra Utara, Indonesia. Burung ini tergolong dalam famili Phasianidae dan merupakan salah satu jenis burung yang populer di Indonesia. Burung murai batu Nias memiliki ciri-ciri fisik yang khas, yaitu memiliki bulu-bulu berwarna hitam mengkilap dengan ekor panjang dan kepala yang berwarna merah. Burung ini juga memiliki suara burung yang khas dan sangat merdu, sehingga sering dipelihara sebagai burung kicauan. Di alam liar, murai batu Nias biasanya ditemukan di hutan-hutan tropis dan subtropis yang lebat. Mereka memakan berbagai jenis buah-buahan, biji-bijian, serangga, dan invertebrata kecil lainnya. Sayangnya, murai batu Nias saat ini terancam punah akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan murai batu Nias sebagai salah satu spesies burung yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap, diperjualbelikan, atau dimiliki tanpa izin khusus. 2. Murai Batu Pagai Murai batu pagari berasal dari Kepulauan Mentawai. Burung ini memiliki karakteristik yang sama dengan burung murai batu yang ditemukan di Kep. Nias. Kemungkinan jenis ini adalah burung yang memang berasal dari Nias atau sebaliknya. Murai Batu Pagai atau juga dikenal dengan nama Murai Batu Padang adalah jenis burung Murai Batu yang berasal dari kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Indonesia. Burung ini memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan murai batu Nias, yaitu memiliki bulu berwarna hitam mengkilap dengan kepala berwarna merah, namun memiliki ukuran yang lebih kecil dan ekor yang lebih pendek. Burung murai batu Pagai juga memiliki suara yang khas dan merdu, sehingga banyak digemari sebagai burung kicauan. Di alam liar, burung ini biasanya ditemukan di hutan-hutan dataran rendah dan pegunungan. Sayangnya, populasi burung murai batu Pagai juga terancam punah akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan murai batu Pagai sebagai spesies yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap, diperjualbelikan, atau dimiliki tanpa izin khusus. Upaya konservasi dan pelestarian habitat alaminya sangat penting untuk mempertahankan populasi burung murai batu Pagai dan spesies lain di kepulauan Mentawai. 3. Murai Batu Sinabang Simeleu Murai batu sinabang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari murai batu nias, bahkan ekornya pun cenderung lebih pendek. Secara keseluruhan warna ekornya terlihat hitam polos, namun ditemukan juga burung yang memiliki ekor dengan bercak putih balak yang tipis. Murai Batu Sinabang adalah jenis burung Murai Batu yang berasal dari Pulau Simeulue, Aceh. Burung ini memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan murai batu Nias dan Pagai, yaitu memiliki bulu berwarna hitam mengkilap dengan kepala berwarna merah, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Burung murai batu Sinabang juga memiliki suara yang khas dan merdu, sehingga banyak digemari sebagai burung kicauan. Di alam liar, burung ini biasanya ditemukan di hutan-hutan dataran rendah dan pegunungan. Lihat Juga Suara Murai Batu Mp3 4. Murai Batu Lasia Murai batu lasia berasal dari Pulau Lasia di Aceh yang terletak di tenggara Pulau Simeleu. Secara fisik memiliki tubuh seperti halnya murai sinabang, namun dengan ukuran tubuh yang lebih besar. Ekornya pun lebih panjang seperti ekor murai batu nias, tetapi dicirikan dari adanya noktah atau bercak putih yang ada di ujung ekornya balak. Murai Batu Lasia atau dikenal juga dengan nama Murai Batu Sumbawa adalah jenis burung Murai Batu yang berasal dari pulau Sumbawa, Indonesia. Burung ini memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan jenis murai batu lainnya, yaitu memiliki bulu berwarna hitam mengkilap dengan kepala berwarna merah, namun memiliki ukuran yang lebih kecil dan ekor yang lebih pendek. Burung murai batu Lasia juga memiliki suara yang khas dan merdu, sehingga banyak digemari sebagai burung kicauan. Di alam liar, burung ini biasanya ditemukan di hutan-hutan dataran rendah dan pegunungan. Sayangnya, populasi burung murai batu Lasia juga terancam punah akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan murai batu Lasia sebagai spesies yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap, diperjualbelikan, atau dimiliki tanpa izin khusus. Upaya konservasi dan pelestarian habitat alaminya sangat penting untuk mempertahankan populasi burung murai batu Lasia dan spesies lain di pulau Sumbawa. Para penghobi burung juga perlu membeli burung murai batu dari peternak yang memiliki izin resmi dan tidak membeli burung hasil tangkapan liar. 5. Murai Batu Lampuyang Murai batu ini berasal dari Pulau Breuh, di Lampuyang, Aveh. Murai batu ini memiliki ekor yang berbeda dari jenis murai batu ekor hitam lainnya, yaitu ekornya berjumlah tiga pasang polos dan tiga pasang lain yang berwarna hitam, terdapat bercak putih yang tebal sepanjang lebih dari 1 cm. Karena berbeda itulah, murai batu ini kerap disebut dengan murai balak enam. Murai Batu Lampuyang adalah jenis burung Murai Batu yang berasal dari wilayah Lampung, Indonesia. Burung ini memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan jenis murai batu lainnya, yaitu memiliki bulu berwarna hitam mengkilap dengan kepala berwarna merah, namun memiliki ukuran yang lebih kecil dan ekor yang lebih pendek. Burung murai batu Lampuyang juga memiliki suara yang khas dan merdu, sehingga banyak digemari sebagai burung kicauan. Di alam liar, burung ini biasanya ditemukan di hutan-hutan dataran rendah dan pegunungan. 6. Murai Batu Sabang Murai batu sabang memiliki penampilan dan pola ekor yang mirip dengan murai batu lampuyang tetapi dengan ukuran yang lebih panjang. Spesies burung ini cukup jarang ditemukan, dan kalaupun ada sebainya harus dilakukan upaya penangkaran agar spesies burung murai batu ekor hitam ini tidak cepat mengalami kepunahan. Murai Batu Sabang adalah jenis burung Murai Batu yang berasal dari Pulau Weh, Sabang, Aceh. Burung ini terkenal karena keindahan suaranya dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasar burung kicau. Murai Batu Sabang memiliki ciri fisik yang khas, yaitu bulu berwarna hitam mengkilap dengan sedikit warna kebiruan di bagian dada dan perut. Selain itu, burung ini memiliki ekor panjang dan kaki yang kuat. Lihat Juga Ciri-ciri dan Kelebihan Murai Batu Aceh, Pola Ekor, Habitat dan Suaranya Kesimpulan Sebenarnya hanya ada satu jenis Murai Batu Ekor Hitam yang memiliki nama ilmiah “Lanius schach” atau “Black-winged Shrike-babbler”. Namun, di dunia kicau mania, mungkin ada variasi atau perbedaan dalam penamaan Murai Batu Ekor Hitam. Namun, secara umum, penamaan jenis Murai Batu Ekor Hitam hampir sama di seluruh wilayah Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan dalam kualitas, kemampuan, dan karakter setiap individu burung, bahkan jika mereka berasal dari jenis yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, pola perawatan, dan pelatihan. Oleh karena itu, dalam dunia kicau mania, biasanya Murai Batu Ekor Hitam dinilai berdasarkan keindahan suara kicauannya dan kemampuan untuk berkompetisi dalam lomba kicau burung. Daftar Isi1 Review Murai Batu Ekor Hitam2 Jenis Murai Batu Ekor 1. Murai Batu 2. Murai Batu 3. Murai Batu Sinabang Simeleu 4. Murai Batu 5. Murai Batu 6. Murai Batu Kesimpulan Baca Artikel Lainnya di dari Google News